MAKASSAR – Pendekatan saintifik dalam dunia pendidikan kini menjadi sebuah keharusan. Merespons hal tersebut, Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI) Pusat Makassar sukses menggelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru BK/BP dengan mengusung pendekatan berbasis data psikologi, pada 16-17 Mei 2026 di Aerotel Smile Hotel, Makassar. Mengangkat tema "Transformasi Peran Strategis Guru BK Sebagai Student Talent Coach Berbasis Data Psikologi", acara ini menjadi bukti komitmen YPWI Pusat dalam memodernisasi sistem pendidikannya. Sebanyak 59 guru BK dari berbagai sekolah di bawah naungan yayasan hadir memadati ruang pelatihan.
Dalam pelatihan intensif sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WITA tersebut, peserta dibekali pisau analisis berupa data psikologi. Mereka dilatih memahami ragam gaya belajar anak—visual, auditori, maupun kinestetik.
Selama dua hari penuh, puluhan peserta ini digembleng untuk tidak sekadar menebak-nebak potensi siswa, melainkan menganalisisnya secara ilmiah. Workshop menghadirkan kolaborasi apik antara praktisi psikologi dan pendidikan, yakni Yoga Fajar Saputra, M.Psi., Psikolog (Chief Psychology Officer Psikogen Hub), Coach Sopian Bageur (Professional Coach | CEO Psikogen Hub), dan Ir. Nursalam Siradjuddin, M.Pd (Ketua YPWI Pusat & Ketua LPYP DPP WI).
Fokus utama pelatihan ini adalah membekali guru cara membaca data hasil tes psikologi (seperti gaya belajar VAK dan Multiple Intelligence), lalu meramunya menjadi strategi pembinaan yang tepat sasaran. "Peserta mempelajari teori sekaligus praktik langsung bagaimana memetakan arah perkembangan murid," ungkap salah satu pemateri.
Langkah strategis dengan biaya investasi Rp 1 Juta per peserta ini dinilai sangat sepadan. Para Guru BK kini pulang membawa modal baru sebagai Student Talent Coach yang siap menjadi penemu bakat terpendam siswa, sejalan dengan visi pendidikan Islam yang memuliakan fitrah anak.
Diharapkan, pasca-pelatihan ini, pengambilan keputusan terkait penjurusan atau penanganan siswa di sekolah-sekolah YPWI tak lagi berdasar asumsi, melainkan bersandar pada data psikologi yang akurat dari tiap-tiap murid.