-Tips bagi orangtua cara membaca Raport sekolah-
✏✏✏✏✏✏✏✏

ypwi.or.id – Pertengahan bulan Desember adalah penerimaan raport buat para putra-putri kita. Saya ikut bahagia di hari yang penuh ceria ini, dan ijinkan saya berbagi tips buat bapak ibu semua. Tips berikut barangkali memiliki sudut pandang yang mungkin berbeda. Namun jika perspektifnya sama, Alhamdulillah. Yang utama semoga bermanfaat untuk kita semua.

Raport adalah Progress Report Pembelajaran laporan perkembangan ananda selama satu semester dalam menempuh seperangkat materi pelajaran dan BUKAN hasil akhir. Oleh karenanya saat menerima raport lakukan hal-hal berikut :

  • Tutup raport terlebih dulu !. Tanyakan kepada ananda Pelajaran apa yang ia sukai dan siapakah guru yang ia sukai.

Ini akan berpengaruh terhadap nilai di dalam raport. Belajar adalah hasil kerja mental emosional (EQ) yang kemudian mengarahkan kemampuan kognitif nya (IQ) untuk meresponnya untuk memperoleh nilai-nilai belajar.

  • Buka raport. Fokus kepada nilai TERTINGGI yang ada di raport.

Coba cek adakah signifikansi dengan pelajaran yang diminati anak dan guru nya yang dia sukai. Sekali lagi FOKUS lah kepada NILAI TERTINGGI karena disitulah KELEBIHAN ananda. Itulah Anugerah terindah yang telah diberikan dari Allah Subhaanahu wata’ala. Terima dan Syukuri !

Berikan senyuman dan ucapan dengan kalimat yang berisi pujian, apresiasi dan penghargaan dengan tulus kpd ananda atas prestasinya.

  • Perhatikan nilai-nilai yang tertinggi dan nilai-nilai pelajaran yang rendah.

Perhatikan pembagian secara sederhana untuk memudahkan memetakan Oka (otak kanan) dan Oki (otak kiri)

Kelompok pelajaran otak kiri (matematika, IPA/sains, fisika, kimia, biologi, teknik dll)

Otak Kanan ( bahasa, seni,IPS)

Jika Ananda dominannya di Oki maka arahkan nantinya ke jurusan sesuai bidang Otak kiri. Demikian sebaliknya.

Raport Ini juga bermanfaat untuk deteksi kecerdasan sekaligus penjurusan !!!

Jangan sekali kali memaksakan anak yang dominan di pelajaran otak kanan, misalnya, untuk kuliah / sekolah menengah di jurusan golongan otak kiri semisal Matematika, IPA , kedokteran, teknik dll .

Selain kasihan kepada anak, karena menjadi beban, juga kecerdasan anak memang bukan disitu,akhirnya hasilnya atau prestasinya menjadi kurang maksimal.

  • Tanyakan kepada ananda, nilai pelajaran apa yang rendah, mengapa bisa terjadi dan bagaimana solusinya untuk selanjutnya !

Ini sekaligus berguna bagi penguatan fondasi jiwa dan mental anak.

Melatih anak agar ia menerima diri apa adanya. Memaafkan diri dan ikhlas atas kekurangan kita sebagai hamba Allah Subhaanahu wata’ala yang lemah, kurang, sehingga memotivasi diri untuk memperbaiki.

Kecerdasan spiritual (SQ) dan keimanan yang kokoh dibangun dengan melihat diri bahwa manusia memiliki sekian banyak KELEBIHAN sekaligus KELEMAHANNYA…!

Maka latihlah ananda untuk belajar menerima diri apa adanya.

  • Jangan sekali kali MEMBANDING BANDINGKAN dengan anak lain! Karena anak anda adalah unik, berbeda dan HANYA SATU DI DUNIA tidak ada duanya.

Allah Subhaanahu wata’ala sudah memberi Fitrah yang terbaik; 
bakat, minat, kecerdasan, modalitas belajar dan potensi yang khas yang berbeda dengan anak lain. Jangan dibandingkan !!! Karena putra putri Anda Tidak ada bandingannya.

Tulisan dari sahabat berikut ini juga layak untuk diperhatikan :

  • BERHENTILAH anda memamerkan ranking putra-putri anda!

Yang TERPENTING dari Pendidikan itu BUKAN ranking. Hakekat dari pendidikan itu adalah menjadikan anak anda:
• mencintai aktivitas membaca untuk mencari pengetahuan
• bisa berpikir logis
• tahu nilai-nilai benar & salah
• mampu mengembangkan bakatnya, dan
• punya semangat juang untuk mewujudkan apa yang dia inginkan secara disiplin & konsisten.

  • BERHENTILAH anda menjadikan ranking putra-putri sebagai kunci dari keberhasilan !
    Ketika kita menjadikan ranking sebagai bukti keberhasilan pada anak kita, dampak terbesar adalah pada titik itulah kita berfokus. Kenyataannya TIDAK !!

Saat anak anda mencintai membaca maka mereka menguasai banyak pengetahuan, tidak peduli apakah mereka punya ranking baik atau buruk. Saat anak anda bisa bepikir logis maka mereka akan mampu membangun visi dan impian mereka. Visi dan impian mereka itu tidak bisa dinilai per semester atau per semester untuk diperbandingkan antara anak satu dengan anak lainnya. Saat anak anda tahu mana nilai yang benar dan mana yang salah maka mereka akan punya integritas. Saat mereka mengenal bakat mereka yang sesungguhnya maka mereka akan mampu menghasilkan karya dan dedikasi yang terbaik.  Saat anak anda punya semangat juang maka itulah kunci sejatinya kesuksesan hidup. Dan ini semua tidak bisa diranking.

Jika anda fokus pada ranking maka anda akan kehilangan nilai-nilai yang hakiki dalam pendidikan.  Kalau anda harus kompromi dengan sistem pendidikan sekolah maka “kompromi” anda adalah, usahakan anak anda SELALU naik kelas dan bergairah menjalani aktivitas sekolahnya.

Terakhir,

  • Maknai nilai raport anak anda HANYA sebagai SALAH SATU indikator untuk tahu mana titik lemahnya, mana titik unggul …

Semoga dengan raportan yang bapak ibu terima, semakin memotivasi untuk tumbuh kembangnya potensi dan kecerdasan serta bakat minat ananda ! Raportan bukan Raport Amal Baik dan Buruk Hari Akhir, bukan!!! Buku Raport ananda bukan catatan amal baik dan buruk hari akhir nanti, yang tidak bisa diperbaiki. Raport bukan hasil akhir, ia adalah catatan hasil belajar ananda yang masih bisa dievaluasi dan diperbaiki !

Semoga Allah Subhaanahu wata’ala menganugerahkan kesolehan dan berkenan mencerdaskan anak kita semua, yang mana kecerdasannya itu dijaga oleh Nya
Aamiin Yaa Rabb..