WAJO , ypwi.or.id – Langkah pemerintah membuat kebijakan social distancing atau menjaga jarak antar satu dengan yang lain menjadi hal paling penting dilakukan dalam situasi pandemi Corona atau Covid-19.

Untuk itu, semua sekolah di Indonesia, menghentikan proses belajar-mengajar tatap muka. Sebagai gantinya, siswa akan belajar di rumah secara online, tidak terkecuali bagi siswa SMA Tahfizh Al-Qur’an Wahdah Islamiyah Anabanua Wajo, Sulawesi Selatan.

Selama belajar dari rumah, untuk mengusir kebosanan para siswa, ada beberapa cara unik yang dilakukan oleh para guru di sekolah ini. Meskipun hanya bermodalkan internet dan android, para siswa terlihat begitu antusias dalam mengikuti rangkaian pembelajaran. Seperti dalam pembelajaran kimia yang dipadukan dengan kegiatan kreatif masak memasak.

Ketua Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (YPWI) Nursalam Siradjuddin mengatakan, dalam pelajaran kimia kali ini, para siswa diajak untuk memasak nasi goreng dengan memanfaatkan bahan Natrium Klorida (NaCl) yang merupakan garam alam hasil reaksi asam basa.

“Alhamdulillah kita manfaatkan ilmu kimia sebagai bahan ajar. Selain dapat ilmu kimianya kita juga ajarkan kepada anak untuk bisa berbakti kepada kedua orangtuanya selama di rumah,” kata Nursalam, Jumat (3/34/2020).

Baginya, kondisi ini diharapkan tidak sampai mematahkan semangat belajar siswa-siswi, karena pendidikan untuk mereka tetap menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan bersama. Menurutnya, belajar dari rumah tidak jauh berbeda saat di sekolah, asalkan benar-benar punya kemauan dan tekad untuk belajar secara maksimal.

“Pembelajaran jarak jauh atau remote learning ini dilakukan untuk mendukung kebutuhan dalam keberlangsungan kegiatan belajar, platform pembelajaran online ini dapat diakses oleh siswa-siswi untuk mengikuti kelas untuk semua mata pelajaran,” pungkasnya.

#dirumahaja #belajardirumahaja